Senin, 21 Mei 2012


Semarang-Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Undip Semarang belum sepenuhnya menerapkan tulisan “No Smoking”. Tulisan itu seperti hiasan belaka, bahkan pihak dosen juga tidak memberi contoh yang sepatutnya kepada mahasiswa. Seharusnya tulisan larangan ini merupakan acuan bagi masyarakat FIB untuk mematuhinya.

Antusias mahasiswa dalam mematuhi peraturan dilarang merokok sangat kurang. Bahkan Mahasiswa Baru juga ikut  merokok bersama  senior ditempat dan waktu yang bersamaan. Bahkan sudah diperjelas dalam bungkus rokok. Bahwa merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin. Hanya sebagian kecil mahasiswa yang tidak merokok (perokok pasif). Disini para perokok pasif efeknya malah lebih besar daripada perokok aktif. Karena perokok pasif menghirup asap dari perokok aktif secara langsung, sehingga asap yang mengandung karbon monoksida (CO) dan nikotin tersebut langsung menuju ke paru-paru.
Untuk mengurangi pencemaran udara dan kesehatan diri, kita dapat mengusulkan satu hari dengan bebas merokok. Dengan cara makan permen, dan jika memungkinkan  seharusnya dari pihak fakultas memberi tempat untuk smoking area agar asap rokok yang dikeluarkan oleh perokok aktif tetap pada smoking area.

0 komentar:

Posting Komentar

By :
Free Blog Templates