Semarang-Fakultas
Ilmu Budaya (FIB) Undip Semarang belum sepenuhnya menerapkan tulisan “No
Smoking”. Tulisan itu seperti hiasan belaka, bahkan pihak dosen juga tidak
memberi contoh yang sepatutnya kepada mahasiswa. Seharusnya tulisan larangan
ini merupakan acuan bagi masyarakat FIB untuk mematuhinya.
Antusias mahasiswa dalam mematuhi peraturan dilarang merokok sangat
kurang. Bahkan Mahasiswa Baru juga ikutmerokok bersama senior ditempat
dan waktu yang bersamaan. Bahkan sudah diperjelas dalam bungkus rokok. Bahwa
merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan
kehamilan dan janin. Hanya sebagian kecil mahasiswa yang tidak merokok (perokok
pasif). Disini para perokok pasif efeknya malah lebih besar daripada perokok
aktif. Karena perokok pasif menghirup asap dari perokok aktif secara langsung,
sehingga asap yang mengandung karbon monoksida (CO) dan nikotin tersebut
langsung menuju ke paru-paru.
Untuk mengurangi pencemaran udara dan kesehatan diri, kita dapat
mengusulkan satu hari dengan bebas merokok. Dengan cara makan permen, dan jika
memungkinkan seharusnya dari pihak
fakultas memberi tempat untuk smoking area agar asap rokok yang dikeluarkan
oleh perokok aktif tetap pada smoking area.
0 komentar:
Posting Komentar